Tak akan lelah menuntut ilmu agama meskipun cacian datang menerpaku

Kamis, 31 Oktober 2013

Syaikh Albani dan Pembesar Sufi

Lebih dari dua puluh tahun lalu, ketika Syaikh Nashiruddin Al-Albani rohimahulloh baru datang ke Amman, beliau ditanya oleh salah seorang pembesar Sufi. Dalam pembicaraan via telepon tersebut, Syaikh Al-Albani mendapat teguran keras dari si penelepon. 

Penelepon : “Wahai Syaikh Nasir, sungguh aneh. Seharusnya anda lebih beradab!” 

Syaikh Albani : “Apa yang ada pada anda wahai Syaikh Fulan?” 

Penelepon : “Karena anda dan murid-murid anda mengkafirkan kaum muslimin” 

Syaikh Albani : “Kami?” 

Penelepon : “Iya, benar” 

Syaikh Albani : “Saya akan bertanya sesuatu kepada anda” 

Penelepon : “Silahkan” 

Syaikh Albani : “ Apa pendapat anda tentang seorang laki-laki yang berdiri di depan kubur, kemudian mengucapkan niat dengan keras :”saya berniat sholat dua rokaat untuk penghuni kubur ini” 

Penelepon : “orang ini kafir dan juga musyrik” 

Syaikh Albani : “Adapun kami, kami tidak mengatakan kafir dan musyrik. Kami katakan bahwa orang tersebut adalah orang yang jahil, dan kami akan mengajarinya. Berarti siapa yang mengkafirkan manusia wahai Syaikh Fulan? kami atau anda?”. (arc).

Dinukil dari : kulalsalafiyeen.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Firqotun Naajiyah (Jalan Golongan yang Selamat) powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates